PSPS PEKANBARU

 

PSPS Pekanbaru (Persatuan Sepak Bola Pekanbaru dan Sekitarnya) adalah klub sepak bola kebanggaan kota Pekanbaru, Riau. Tim ini sekarang bermain di ISL yang saat ini dikenal dengan LIGA SUPER. Kandang PSPS adalah Stadion Kaharuddin Nasution, atau yang lebih dikenal sebagai Stadion Rumbai, karena letaknya di daerah Rumbai, Pekanbaru. Kursi pelatih PSPS sekarang dipegang oleh Mundari Karya. Tim ini memiliki julukan AsykarBertuah, sesuai julukan kota Pekanbaru, Kota Bertuah. Para suporter fanatik mereka disebut Asykar Theking.

 

Logo PSPS
Nama lengkap Persatuan Sepak bola Pekanbaru dan Sekitarnya
Julukan Asykar Bertuah (id: Pasukan Beruntung)
Stadion Stadion Kaharuddin Nasution (Stadion Rumbai), Rumbai Pekanbaru, Indonesia
(Kapasitas: 20.000)
Ketua Umum Bendera Indonesia H. Herman Abdullah M.M
Sekretaris Bendera Indonesia Fardiansyah
Manajer Bendera Indonesia Dastrayani Bibra
Pelatih Bendera Indonesia Mundari Karya
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Afrizal
Dokter Tim Bendera Indonesia dr Miftah
Liga Liga Super Indonesia
20011-12 Liga Indonesia,
Peringkat 7

 

Sekilas Perjalanan

PSPS memasuki divisi utama untuk pertama kalinya setelah dalam penantian 43 tahun. Tahun 2008 merupakan kali kedua PSPS berkiprah di Divisi Utama setelah sempat terdegradasi. PSPS promosi ke Divisi Utama untuk pertama kalinya dengan predikat juara divisi satu dengan mengalahkan PS Indocement Cirebon 2-1 di Final yang diselenggarakan di Stadion Sanggraha Lebak Bulus Jakarta.

Para pemain yang memperkuat PSPS saat itu antara lain Miskardi, Mourmada Marco, Simon Tin Atangana, Essama Amougu Raymond, Aidil Desfi, Darwin, Dodi Cahyadi, Agus Rianto, Toyo Hariono, dan lainnya.

Setelah masuk ke Divisi Utama, PSPS sempat diperkuat oleh nama-nama tenar yang telah lama malang melintang di Liga Indonesia, seperti Sudirman, Adnan Mahing, Ritham Madubun, Rahmad M. Rivai, (alm) Chairul Minan, Rusdianto, Rino Yuska, Nova Zaenal, Gustavo Hernan Ortiz, I Komang Mariawan, Ebwelle Bertin, Felipe E. Cortez, Joe Nagbe, Moses Nyewan, M. Affan Lubis, Mbeng Jean, Joseph Lewono, Alejandro Castro dan beberapa nama lainnya.

PSPS pernah mengalami masa jayanya sewaktu berhasil merekrut pemain-pemain Timnas Indonesia, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Eko Purjianto, Aples Gideon Tecuari, Hendro Kartiko, Sugiyantoro, Edu Juanda, dan Amir yusuf Pohan. Ini berakhir pada musim 2004, saat PSPS mulai melakukan perombakan setelah gagal mewujudkan target juara dalam 2 musim. Ditambah lagi dengan insiden skorsing yang menimpa 3 orang pilar PSPS akibat sikap tidak profesional terhadap wasit.

Performa Tim

Selama dibawah kendali pelatih Syafrianto Rusli, PSPS memperlihatkan kemajuan yang cukup mengesankan, sebelumnya keadaan PSPS di Liga Divisi Satu terlihat timbul-tenggelam karena ketidakseriusan pemain dan manajemen tim. Semenjak ditangani oleh Syafrianto Rusli, frekuensi kemenangan baik di kandang maupun tandang mengalami perkembangan yang signifikan. Itu juga berlaku pada 'saudara mudanya', Persih Indragiri Hilir. Kedua 'kakak-beradik' ini berpacu untuk mendapatkan tempat di Divisi Utama Liga Indonesia pada musim yang akan datang.

Mulai musim kompetisi 2008, PSPS naik ke Liga Divisi Utama. Kursi pelatih dipercayakan kepada Mundari Karya. Namun, karena belum jelasnya kesepakatan dengan manajemen, Mundari Karya menangani tim PSPS[rujukan?], dan ditunjuklah mantan pelatih kepala Persitara Jakarta Utara Abdurrahman Gurning sebagai pengganti Mundari Karya.

Semenjak putaran ke II musim kompetisi Liga Indonesia 2007, Management TIM PSPS telah diganti. sebagai Manager Drs. Destrayani Bibra, Ass. Manager Ir. Dityo Pramono dan sekretaris Tim Drs. Fardiyansyah Akt. Dengan Managemen baru Tim PSPS berhasil menggeliat dalam percaturan Liga Divisi Utama. Pada musim kompetisi Liga Indonesia 2008, PSPS Pekanbaru mempercayakan Tim dilatih oleh A.R. Gurning, yang biasa di panggil "Bang Haji". Dan di awal musim kompetisi PSPS telah menunjukan kemajuan yang sangat baik, dengan menduduki posisi teratas sementara dengan 6 kemenangan dan 2 kali seri serta tidak terkalahkan. Hasilnya PSPS Pekanbaru langsung promosi ke Liga Super Indonesia 2009-10 setelah meduduki peringkat 3 divisi utama.

 

Skuad saat ini

Per 20 April 2012..[1]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No.
Pos. Nama
3 Bendera Indonesia MF April Hadi
5 Bendera Indonesia DF Agus Cima
7 Bendera Togo MF Ali Khadaffi
8 Bendera Indonesia DF Tengku Lutfi Hidayat
10 Bendera Kamerun MF Patrice Nzekou
11 Bendera Indonesia MF Ade Suhendra
14 Bendera Indonesia MF Gusripen Efendi
15 Bendera Indonesia DF Danil Junaidi
16 Bendera Indonesia MF Windu Hanggono Putra
17 Bendera Indonesia GK Fance Hariyanto
18 Bendera Indonesia MF M. Zahrul Bin Azhar
19 Bendera Indonesia DF Ambrizal

No.
Pos. Nama
21 Bendera Indonesia GK Fauzal Mubaraq
24 Bendera Indonesia MF Fajar Handika
27 Bendera Indonesia DF Dedi Gusmawan Kapten
28 Bendera Indonesia DF Pawira Putra
32 Bendera Indonesia GK Susanto
37 Bendera Indonesia FW Michael Orah
38 Bendera Korea Selatan DF Joo Ki-Hwan
50 Bendera Nigeria FW Kabir Prince Bello
77 Bendera Korea Selatan MF Ko Jae-Hyo
88 Bendera Indonesia FW Muhammad Isnaini
89 Bendera Indonesia FW Victory Yendra
96 Bendera Indonesia FW Zaenal Arif

Pemain Terkenal

Pemain Nasional

Pemain Asing

Supporter

Sejarah Asykar Theking (suporter PSPS pekanbaru)


Supporter – Berawal dari keinginan para pengurus dan manajemen untuk membuat suporter yang akan mendukung PSPS dalam setiap pertandingannya, apalagi setelah lolos masuk ke Divisi Utama, Mafrion membentuk dan menyerahkan kepada Painur untuk membina suporter yang bernama “ASYKAR BERTUAH” sesuai dengan nama tim PSPS. Kemudian Edi Iskandar pemilik SSB Portes yang pada saat itu muridnya 180 orangmendapat tawaran dari Jeffri Nazir, guna mengerahkan anak didiknya untuk menjadi suporter, hal ini langung ditanggapi oleh Edi Iskandar dengan serius. Pada saat mendukung PSPS untuk pertama kalinya, Edi menyuruh anak didiknya memakai kostum merah dan biru. Dan untuk menciptakan suasana agar lebih ramai Edi iskandar membuat bendera dengan uang pribadinya dan dijahit oleh almarhumah ibunya.Hari itu PSPS menang 3-1 melawan Persijatim. Setelah sukses mengerahkan anak didiknya sebagai supporter PSPS maka Jeffri Nazir dan Irwansyah Tanjung berinisiatif untuk membelikan gendang sebagai alat pendukung. Sejak saat itu, para anak didiknya ini terkenal dengan BOCAH THEKING yang selalu berdampingan dengan Suporter ASKAR BERTUAH. Dan dari sinilah awal per-supporter-an di Riau dimulai. Seiringan perkembangan waktu, namanya diganti menjadi Asykar Theking Maka pada tanggal 21 Desember 2001 dideklarasikanlah supporter ini di Hotel Mutiara

 

Referensi

  1. ^ "Squad List". liga-indonesia.co.id. Diakses pada 20 April 2012.

 

Sumber