PSMS MEDAN

Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatra Utara. PSMS Medan saat ini bermain di Liga Super Indonesia Liga Indonesia.

 

PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli".

PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini.

 

Menjelang digelarnya Liga Super Indonesia pada 12 Juli 2008, tim ini masih dipayungi dengan polemik internal antar pengurus tim dengan pihak pengelola yang mencuatkan pengunduran diri PSMS Medan dari ajang LSI 2008 di mana akhirnya pada tanggal 10 Juli 2008 Badan Liga Indonesia memutuskan untuk tetap mengikutsertakan PSMS Medan mengikuti ajang Liga Super Indonesia meski harus menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada paruh musim pertama setelah pihak pengelola setuju memberi kompensasi sebesar Rp. 2,5 miliar sebagai dana renovasi infrastruktur Stadion Teladan, Medan.

 

Logo PSMS
Nama lengkap Persatuan Sepak bola
Medan Sekitarnya
Julukan Ayam Kinantan
Didirikan 1950
Stadion Stadion Teladan,
Medan, Indonesia
(Kapasitas: 15.000)
Ketua Umum Rahudman Harahap
Manajer Benny T
Pelatih Raja Isa[1]
Asisten Pelatih Suyono
Liga Liga Indonesia, Indonesian Premier League
2011-2012 Liga Super Indonesia, Indonesian Premier League

 

 

Era Ligina

Ligina I

Pada musim pertama Liga Indonesia yang saat itu terbagi atas 2 wilayah, di mana PSMS berada Wilayah Barat, prestasi PSMS hanyalah di papan tengah klasemen. Pemain kunci saat itu antara lain : Iwan Karo-Karo, Abdul Rahman, Witya Fusen, Irfansyah. PSMS pada saat itu dijuluki jago kandang karena sulit dikalahkan bila bermain di Medan.

Ligina II

Pada musim kedua Liga Indonesia, PSMS kembali bergabung di Wilayah Barat, dan PSMS kembali hanya berada di papan tengah klasemen. Pemain kunci saat itu adalah Ronaldo dan Alessando dari Brasil, serta Iwan Karo-Karo. Salah satu pertandingan pada musim ini yang paling mengesankan adalah ketika PSMS bertandang ke kandang Pelita Jaya dan menang 4 - 3, di mana gol PSMS dicetak oleh Ronaldo, Alessandro, dan 2 gol oleh Khair Rifo. Sementara, salah satu pencetak gol Pelita adalah pemain Italia, Giuseppe Accardi yang saat ini berprofesi sebagai pemandu bakat bagi klub-klub Eropa. Musim ke-2 ini adalah awal sejarah di mana PSSI mensubsidi dua pemain asing bagi setiap tim.

Ligina III

Pada musim ketiga Liga Indonesia, PSMS tergabung di Wilayah Tengah. Pada musim ini, PSMS hampir saja terdegradasi. Pemain kunci saat itu adalah Khair Rifo, M. Halim, dan pemain Brasil, Brazio. Musim ini menjadi awal bangkitnya PSMS di musim selanjutnya. Penampilan yang bagus dari Khair Rifo dan M. Halim membuat mereka dibeli oleh Persib Bandung pada musim berikutnya.

 

Ligina IV : 2 Wilayah (Wilayah Barat)

  • Prestasi : Peringkat 1 wilayah barat (sementara)
  • Pemain Kunci : Saphou Lassy (Gbn), Alain Mambenda (Gbn), Meiyadi Rakasiwi, M. Affan Lubis.
  • Komentar : Partai terakhir PSMS sebelum liga dihentikan adalah Vs PSIS dan kalah 1-2 di Teladan. Partai mengesankan adalah melawan Pelita Jaya dengan hasil 4-2 & 2-2 Pelita adalah tim favorit dengan duet Kurniawan dan Dejan Glusevic, tapi PSMS tidak terkalahkan ketika melawan mereka. Dan di musim kompetisi ini PSMS dikenal sulit ditaklukan baik ketika bermain kandang maupun tandang.
  • Pelatih : Jairo Matos Brasil tapi diganti oleh Suimin Dihardja.

 

Ligina V : 5/6 Wilayah ( Wilayah IA)

  • Prestasi : Juara Wilayah dan Semifinalis.
  • Pemain Kunci : Jean Michel Babouaken (Cam), Baco Sadissou (Cam), Affan Lubis, Sahari Gultom.
  • Komentar : Partai Pertama 8 Besar PSMS - PKT 1–0 ( Babouaken )

PSMS kalah disemifinal ketika menghadapi Persebaya dengan adu pinalti, ketika itu PSMS mengenakan seragam putih.

Ligina VI : 2 Wilayah (Wilayah Barat)

  • Pemain Kunci : Nelson Leon Sanchez (Chl), Jaime Rojas (Chl), Ariel Guttierrez (Chl), Colly Misrun, Slamet Riyadi.
  • Prestasi : 8 Besar Group B di Makassar.
  • Komentar : Merupakan tahun ketiga ditangani oleh Suimin Dihardja yang mana pelatih ini dikenal sebagi pelatih kampung yang membuat PSMS menjadi salah satu tim elit yang paling disegani di kompetisi utama Liga Indonesia. Selain itu pada musim ini, PSMS juga mengenalkan salah satu bintang lokal bernama Edu Juanda.

Ligina VII & Ligina VIII

Ligina VII

  • Pemain Kunci : Mourmada Marco (Gbn), Ariel Guttierrez (Chl), Colly Misrun, Supriyono, Edu Juanda, Sahari Gultom.
  • Prestasi : Juara Wilayah Barat dan semifinalis Ligina.
  • Komentar : Secara tragis PSMS kembali tersingkir di semifinal lewat adu pinalti yang kali ini dimenangi oleh PSM Makassar. PSMS sendiri ketika adu pinalti terpaksa menggunakan kiper kedua, Suprayetno setelah Sahari Gultom mengalami cedera. Musim ketujuh ini juga menjadi titik balik dari kekuatan PSMS yang membuat pelatih Suimin Diharja keluar.

Skuad lainnya: Abdul Rahman Marasabessy, Mahadi, Lilik Suheri, Gunawan, M.Erwin, Agustiono. Sueb Suprarpto, Alamsyah Nasution, Sugianto, Slamet Riyadi.

Ligina VIII

  • Pemain Kunci : Zulkarnaen, Nasib Rayadi, Francis Wolo (Lbr), Herman Pulalo, Saktiawan Sinaga, Syaiful Amri Harahap, Supriyono.
  • Prestasi : Degradasi.
  • Komentar : Prestasi paling buruk PSMS meski sempat mendapat bantuan tenaga dari Saphou Lassy.
  • Pelatih : Abdul Rahman Gurning.

 

 

Ligina IX, X, XI, XII, dan XIII

Pemain Kunci : M. Affan Lubis, Nasib Rayadi, Saktiawan Sinaga, Coli Misrun, M. Halim, Cristian Gonzales (Cili), Saktiawan Sinaga, Alejandro Tobar (Cili), Alcidio Fleitas (Cili), Cristian Carrasco (Cili), Saktiawan Sinaga, Mario Alberto (Cili), Mbom Mbom Julien (Kamerun)
Prestasi : Peringkat 2 Divisi Satu dan Promosi ke Divisi Utama, Peringkat ke-7 Wilayah Barat, Babak 8 Besar
Pelatih : Nobon Kayamudin, Sutan Harhara
Komentar : Bermain di Divisi Satu adalah sejarah terburuk bagi salah satu tim pilar Liga Indonesia ini. Nabun di bawah tangan dingin pelatih Nobon Kayamudin, PSMS berhasil promosi ke Divisi Utama. Kendati membawa PSMS promosi, Nobon didepak oleh klub dan kemudian digantikan oleh pelatih Sutan Harhara.

Kembali ke Divisi Utama membuat PSMS tidak ingin lengah dan mengulang degradasi. Meski dibesut pelatih stylish Sutan Harhara, PSMS hanya bertengger di papan tengah Wilayah Barat. Di musim pertama menjadi pelatih utama di PSMS Medan membuat nama mantan pelatih kepala PSAD Medan M. Khaidir melejit menjadi salah satu pelatih yang cukup disegani di Liga Indonesia seiring dengan keberhasilannya membawa PSMS melaju ke putaran 8 Besar.

Pada musim kedua kepelatihan M. Khaidir justru menjadi puncak karirnya bersama PSMS Medan setelah dituntut mundur pasca kekalahan kandang atas Persitara yang juga mampu mengalahkan PSMS di kandang Persitara yang ketika itu digelar di Cilegon, Banten. PSMS sendiri hanya menduduki posisi 5 dan gagal melaju ke babak 8 besar setelah pada pertandingan terakhir kalah 0-1 atas Persijap Jepara yang digelar di Stadion Teladan, Medan. Posisi kosong M. Khaidir untuk sementara diganti oleh Asisten Pelatih Rudi Sa'ari yang berhasil memboyong untuk ketiga kalinya event tahunan Piala Emas Bang Yos di Jakarta. Musim ini para pendukung PSMS dan anggota dewan memintar pertanggungjawaban APBD senilai Rp. 16 Miliar yang dikucurkan untuk mengikuti Ligina XII.

Inilah prestasi tertinggi PSMS Medan dengan menjadi finalis Liga Indonesia. Di partai puncaknya PSMS dikalahkan 1-3 oleh Sriwijaya FC yang juga berhasil menyingkirkan PSMS di babak semifinal Piala Indonesia. Hanya setahun menangani PSMS, pelatih Freddy Muli memilih kembali ke Persebaya yang dilatihnya sebelum hengkang ke PSMS Medan.

Era Liga Super Indonesia

2008-09

Mengawali Musim pertama penyelenggaraan Liga Super, PSMS dilanda banyak masalah. Mulai dari eksodus besar-besaran para pemain bintang yang keluar karena masalah gaji yang tak terselesaikan, ditambah Stadion Teladan yang tak lulus stratifikasi Liga Super yang membuat PSMS harus menjadi tim musafir yang berpindah - pindah home base hingga masalah perpecahan di tubuh Tim. PSMS mengawali liga super dengan sangat buruk. Di bawah asuhan Eric William, PSMS berkutat di zona degradasi sepanjang paruh musim pertama. Melihat prestasi ini, Eric William akhirnya didepak digantikan oleh Lestiadi.

Memasuki putara kedua liga super pembenahan besar besaran dilakukan. Diantaranya menarik Rudi Keltjes sebagai Pelatih Kepala mengganti posisi Lestiadi yang dijadikan Assisten Pelatih, hingga berpindah homebse dari Stadion Siliwangi Bandung menjadi Stadion Jakabaring Palemban. Hasilnya sedikit demi sedikit PSMS berhasil merangkak keluar dari zona deglarasi. Bahkan di kompetisi AFC Cup PSMS berhasil membuat rekor sebagai klub Indonesia pertama yang berhasil lolos ke Babak 16 Besar setelah menjadi Runner Up Group F dibawah South China FC dari Hongkong walau kemudian ditundukkan Chonburi FC dari Thailand di Perdelapan Final. Namun sayang di akhir kompetisi PSMS harus finish di urutan ke 15 yang mengharuskan ayam kinantan menjalani laga Play-Off menghadapi peringkat 4 Divisi Utama Persebaya Surabaya memperebutkan Tiket Liga Super musim depan.

PSMS akhirnya terdegradasi untuk kedua kalinya setelah pada partai tersebut PSMS takluk 6-7 dalam drama adu penalti di Stadion Siliwangi Bandung. untuk kedua kalinya PSMS harus menerima kenyataan terdegrarasi setelah pada musim sebelumnya menjadi Runner Up liga.

Divisi Utama Liga Indonesia

2009-10

Terdeglarasi ke divisi utama untuk kedua kalinya benar - benar menjadi raihan terburuk PSMS Medan. PSMS Segera berbenah, namun kekacauan di manajemen PSMS Medan saat itu membuat persiapan tim terganggu. Kepemimpinan Suimin Diharja di awal musim sebenarnya cukup baik. Dari hasil 5 laga awal PSMS berhasil dibawa bercokol di papan atas group 1 Divisi Utama. Namun karena sesuatu hal manajemen PSMS mengganti Suimin dengan Kustiono yang saat itu adalah pelatih PSAP Sigli. Hasilnya sangat buruk. Di tangan Kustiono, PSMS tidak sekalipun meraih kemenangan dan hingga musim 2009 menyisahkan 3 laga terakhir, PSMS berada di dasar klasemen dan terancam terdegradasi ke Divisi Satu.

Dianggap kurang berhasil menangani PSMS, Kustiono kemudian digantikan oleh Zulkarnaen Pasaribu. Hasilnya, tiga laga terakhir berhasil dimenangi dan PSMS selamat dari Degradasi.

2010-11

Berkaca dari prestasi musim sebelumnya, PSMS tidak mau lengah. Persiapan dilakukan jauh sebelum musim baru bergulir. Hasilnya cukup menjanjikan. PSMS berhasil menunjukkan kualitasnya dan bersaing di papan atas Divisi Utama group I bersama PSAP Sigli dan Semen Padang. PSMS berhasil memastikan satu tiket ke babak 8 Besar namun akhirnya tersingkir setelah gagal lolos dari group B usai ditahan imbang Mitra Kukar di laga terakhir group.

Menyusul kekacauan yang terjadi di tubuh PSSI, PSMS secara tak diduga dipilih oleh manajemen PSSI yang baru untuk menjadi salah satu peserta Liga Prima Indonesia, liga baru besutan menejemen baru PSSI era Djohar Arifin.

Perpecahan Dua Kubu

PSMS Liga Super Indonesia & PSMS Liga Prima Indonesia

mengawali musim baru 2011 kekacauan terjadi di Manajemen PSSI yang turut mempengaruhi keikutsertaan PSMS di liga indonesia. Terpecahnya kompetisi di indonesia menjadi dua yaitu Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia membuat manajemen PSMS ikut membagi dua tim untuk mengikuti kedua kompetisi ini. PSMS Medan dipersiapkan untuk mengikuti Liga Super Indonesia sementara PSMS IPL dipersiapkan untuk mengikuti Liga Primer Indonesia.

Masalah tidak selesai sampai disini. Pembayaran gaji pemain yang kembali menjadi masalah utama PSMS Medan ISL menyebabkan perpecahan dalam skuad. Hasilnya 7 Pemain termasuk 3 pemain asing andalan PSMS dikeluarkan dari tim.

Kapten tim Markus Haris Maulana kemudian menyusul keluar setelah dianggap tidak betah lagi berada dalam skuad. Management PSMS Medan mendatangkan 2 pemain asing untuk menggantikan posisi pemain yang telah dikeluarkan, salah satunya adalah Natsja Cech, pemain Yugoslavia yang pernah mendukung timnas Yugoslavia pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Supporter

PSMS Medan memiliki kelompok pendukung yang bernama "SMeCK Hooligan" (Supporter Medan Cinta Kinantan Hooligan) yang terbentuk pada 30 September 2003. Selain itu ada juga PSMS Medan Fans Club (PFC) yang selain mendukung PSMS di Stadion Teladan Medan, mereka juga ikut memberikan dukungan kepada tim yang terbentuk 30 April 1950 itu kala bertandang ke Pulau Jawa. Kampak FC juga merupakan salah satu klub suporter pendukung pertama yang dimiliki PSMS Medan, meski kini dengan massa yang paling sedikit.

Rekor Perserikatan

  • 1954 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
  • 1957 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
  • 1967 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
  • 1971 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya
  • 1975 - Juara bersama, dengan Persija Jakarta
  • 1983 - Juara, mengalahkan Persib Bandung
  • 1985 - Juara, mengalahkan Persib Bandung
  • 1992 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang

Rekor di Liga Indonesia

  • 1994/1995 - Peringkat ke-9 Divisi Utama Wilayah Barat
  • 1995/1996 - Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Barat
  • 1996/1997 - Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Tengah
  • 1997/1998 - Peringkat ke-1 Divisi Utama Wilayah Tengah (Liga dihentikan)
  • 1998/1999 - Semifinalis Divisi Utama ( Juara Grup A, Peringkat ke-2 Grup Q Babak 10 Besar)
  • 1999/2000 - Babak 8 Besar Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat)
  • 2001 - Semifinalis Divisi Utama (Juara Wilayah Barat, Juara Grup Barat Babak 8 Besar)
  • 2002 - Peringkat ke-11 Divisi Utama (Degradasi)
  • 2003 - Divisi Satu, Peringkat ke-2 (Juara Grup A)
  • 2004 - Peringkat ke-7 Divisi Utama
  • 2005 - Peringkat ke-4 Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat, Peringkat ke-2 Grup Timur Babak 8 Besar)
  • 2006 - Peringkat ke-5 Wilayah Satu
  • 2007 - Runner-up
  • 2008 - degardasi ke divisi utama
  • 2010 - Masuk 8 Besar Divisi Utama (sehingga masuk ke Liga Super)

Gelar lain

  • 2005 - Juara ke-4 Copa Dji Sam Soe
  • 2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos II (14 Februari 2005), di final mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor 5-1.
  • 2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos III (17 Desember 2005), di final mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1.
  • 2006 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos IV(16 Desember 2006), di final mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 4-2 (1-1) melalui drama adu pinalti dan PSMS Medan dinobatkan sebagai pemilik abadi Piala Emas Bang Yos.
  • 2008 - Babak 16 Besar AFC Cup

Pelatih

Nama Tahun
Bendera Brasil Jairo Matos 1997
Bendera Indonesia Suimin Diharja 1998–2002
Bendera Indonesia Parlin Siagian 2002
Bendera Indonesia Abdul Rahman Gurning 2002–2003
Bendera Indonesia Nobon Kayamuddin 2003
Bendera Indonesia Sutan Harhara 2003–2005
Bendera Indonesia M. Khaidir 2005–2006
Bendera Indonesia Rudi Saari 2006
Bendera Indonesia Freddy Muli 2006–2008
Bendera Indonesia Iwan Setiawan 2008
Bendera Selandia Baru Eric Williams 2008
Bendera Brasil Luciano Leandro 2008–2009
Bendera Indonesia Liestiadi 2009
Bendera Indonesia Rudy William Keltjes 2009–2010
Bendera Indonesia Zulkarnain Pasaribu 2010
Bendera Indonesia Rudy William Keltjes 2010–2011
Bendera Indonesia Suharto AD 2011
Bendera Malaysia Raja Isa (ISL) 2011–2012
Bendera Indonesia M. Khaidir (IPL) 2011
Bendera Italia Fabio Lopez (IPL) 2011–

Daftar pemain

Berikut merupakan daftar pemain PSMS Medan untuk pertandingan Liga Super Indonesia.[2]

Caretaker: Bendera Indonesia Soeharto

ISL

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No.
Pos. Nama
2 Bendera Indonesia GK Edi Kurnia
3 Bendera Indonesia GK Sony styawan
4 Bendera Indonesia DF Ledi Utomo
5 Bendera Serbia DF Saša Zečević
6 Bendera Indonesia MF Zainal Anwar
10 Bendera Nigeria FW Ikpefua Osas Marvelous
11 Bendera Indonesia MF Zulkarnain
14 Bendera Indonesia MF Muhammad Antoni
16 Bendera Indonesia DF Denny Rumba
19 Bendera Indonesia FW Yoseph Ostanika
21 Bendera Indonesia FW Arie Supriyatna
22 Bendera Indonesia MF Alamsyah Nasution

No.
Pos. Nama
23 Bendera Indonesia DF Ramadhan Saputra
27 Bendera Indonesia GK Alrian Suhaibi
29 Bendera Indonesia DF Rahmad
30 Bendera Indonesia DF Novi Handriawan
31 Bendera Indonesia MF Anton Samba
32 Bendera Indonesia DF Wawan Widiantoro

Bendera Yugoslavia FW Nastja Čeh

Bendera Korea Selatan FW Shin Hyun Joon

IPL

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No.
Pos. Nama
1 Bendera Indonesia GK Decky Ardian
3 Bendera Indonesia DF Fadly Hariri (c)
4 Bendera Indonesia MF Tri Yudha Handoko
7 Bendera Indonesia MF Azwan Lubis
8 Bendera Indonesia MF Kiki Lissusanto
9 Bendera Indonesia MF Marwin Hanafi
10 Bendera Argentina FW Julio Alcorsé
11 Bendera Indonesia MF Andre Abu Bakar
12 Bendera Indonesia MF Rusdianto
13 Bendera Indonesia DF Deni Wahyudi
14 Bendera Indonesia MF Abdul Kamil Sembiring
15 Bendera Indonesia DF Muhammad Syarif Juanda
16 Bendera Republik Makedonia DF Goran Gančev
17 Bendera Indonesia DF Erwinsyah Hasibuan

No.
Pos. Nama
18 Bendera Indonesia FW Jecky Pasarela
19 Bendera Indonesia FW Heri Swandana
20 Bendera Korea Selatan MF Ahn Hyo-Yeon
21 Bendera Indonesia MF Juanda Mayadi
22 Bendera Indonesia GK Irwin Ramadhana
23 Bendera Indonesia DF Heri Suwondo
25 Bendera Indonesia DF Sutrisno
27 Bendera Indonesia DF Safrudin Tahar
29 Bendera Indonesia DF Sugianto
32 Bendera Indonesia MF Rinaldo
33 Bendera Brasil DF Vagner Luis (Wakil Kapten)
50 Bendera Indonesia GK Ary Steven Septian Manurung
TBA Bendera Indonesia FW Nico Susanto

Mantan Pemain

Sumber