PRO DUTA FC

Pro Duta FC adalah sebuah klub sepak bola swasta profesional di Indonesia yang saat ini bermarkas di Stadion Baharuddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara. Saat ini, Pro Duta FC bermain di Divisi Utama Liga Indonesia 2011–12 yang diselenggarakan oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo.

 

Logo Pro Duta FC .png
Nama lengkap Pro Duta Football Club
Julukan Kuda Keraton
Didirikan 1986
Stadion Stadion Baharuddin Siregar,
Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
(Kapasitas: 20.000)
CEO Rudi Emilhan Sihombing
Sekretaris Sony Agus Santoso
Manajer Amin S.T.
Liga Divisi Utama Liga Indonesia
2011–12 (LPIS) Belum bertanding

 

Sejarah

Nama awal Pro Duta adalah Bandung Putra, yang saat itu masih berada di lingkungan amatir. Pada tahun 1986, dalam rangka penyegaran kepengurusan, Bandung Putra berganti nama menjadi Pro yang dipimpin oleh Denny Susanto. Setahun kemudian, Pro sukses menjadi juara Divisi I Kompetisi Intern Persib. Memperingati hari ulang tahunnya yang pertama, Pro mengadakan dua pertandingan persahabatan, yaitu Persib vs Persebaya 0-0 dan Pro (anggota Persib) vs Uni (anggota Persib) 1-1.

Pada 1987, Pro menyelenggarakan Piala Duta (Duta Cup) di lapangan Tegalega Bandung. Dalam perkembangannya, Pro pun berganti nama menjadi Pro Duta. Di era Liga Indonesia, Pro Duta (amatir) membentuk Pro Duta (profesional) untuk mengikuti kompetisi. Sejak mengikuti kompetisi profesional Liga Indonesia, Pro Duta (profesional) memisahkan diri dari induknya yaitu Persib. Pro Duta yang memulai kiprahnya di Divisi Tiga Liga Indonesia Zona Jawa Barat berhasil mencapai ke Divisi Satu Liga Indonesia. Sehingga di tahun 2009 Pro Duta SAFC dapat berkompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia.

 

Awal tahun 2009, Pro Duta SAFC dijual oleh pemilik lamanya kepada seorang pengusaha kelapa sawit yang namanya sudah tidak asing lagi di dunia persepakbolaan nasional, Sihar Sitorus. Pro Duta SAFC Bandung pun mengalami perombakan total dan berganti nama menjadi Pro Duta FC Indonesia.

 

2009–10: Pro Duta FC Indonesia

Pergantian pemilik dan manajemen secara total telah mengubah karakter klub sepak bola ini. Dengan logo Kuda Pegasus dan mottonya Somniare Aude Animo et Fide yang memiliki makna Berani Meraih Impian dengan Semangat dan Keyakinan, Pro Duta FC menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Divisi Utama Liga Indonesia.

 

Markas

Yogyakarta dipilih sebagai markas bukanlah tanpa alasan. Kota Pendidikan ini memiliki masyarakat yang sifatnya majemuk dengan beragam suku bangsa dari seluruh penjuru Indonesia yang datang untuk belajar. Yogyakarta merupakan kota yang tepat untuk membangun sebuah klub sepak bola yang mengedepankan program pembinaan pemain muda berbakat. Bermarkas di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Tim ini kemudian mendapatkan julukan "Kuda Keraton" dan bermain di Liga Joss Indonesia 2009–10

Pada akhir klasemen, Pro Duta FC berhasil bertahan di posisi ke-6 Grup 2, yang merupakan tahun pertama bagi klub ini berlaga di Divisi Utama.

 

Pada musim perdananya di Divisi Utama Liga Indonesia, Pro Duta FC sebagai klub sepak bola swasta yang sumber pendanaannya tidak mengandalkan APBD, menggandeng beberapa perusahaan sponsor untuk membantu operasional klub. Sponsor resmi Pro Duta FC pada musim kompetisi 2009–10 diantaranya PT Mitra Adiperkasa (apparel Lotto), PT Togos Gopas, dan Batara Finance.

 

Kemitraan

Pro Duta FC juga menjalin kerja sama media dengan media lokal Harian Jogja dan Jogja TV (stasiun televisi lokal yang menayangkan setiap pertandingan kandang Pro Duta FC di Stadion Maguwoharjo secara langsung). Pro Duta FC juga menggandeng UNICEF dengan memberikan dukungan dan membangun kemitraan dalam kampanye nasional "Cintai Anak Indonesia".

 

2010–11: Pro Titan FC

Memasuki musim kedua di Divisi Utama Liga Indonesia, Pro Duta FC berupaya keras untuk mendapatkan dukungan sponsor. Hal yang tidak mudah mengingat pada musim lalu klub ini tidak berhasil promosi ke Liga Super Indonesia. Namun dengan semangat dan kerja kerasnya, Pro Duta FC berhasil meyakinkan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, PT Titan Wijaya, untuk menjadi sponsor utama klub selama musim kompetisi 2010–11. Atas dasar kerja sama sponsor inilah, Pro Duta FC menggunakan nama Pro Titan FC selama mengikuti kompetisi Liga Ti-Phone 2010–11 sekaligus juga memindahkan markas dari Yogyakarta ke Medan, Sumatera Utara.

Pada akhir klasemen, Pro Titan FC berada di posisi ke-11 Grup I, yang merupakan tahun kedua bagi klub ini berlaga di Divisi Utama.

Logo Pro Duta FC 2010/2011
 

Markas

 

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan memiliki keterikatan dengan pihak-pihak sponsor yang mendukung Pro Titan FC. Selain itu, masyarakat Medan juga memiliki antusiasme yang sangat tinggi terhadap sepak bola. Stadion Teladan dipilih menjadi markas untuk kompetisi Liga Ti-Phone 2010–11.

 

Sebagai klub sepak bola swasta yang sumber pendanaannya tidak mengandalkan APBD, Pro Titan FC menggandeng beberapa sponsor. Salah satunya adalah PT Titan Wijaya dengan bentuk kerja sama sponsorship yang berbeda dari umumnya kerja sama sponsorship klub sepak bola pada masa itu, dimana nama klub bersanding dengan nama sponsor. Ini adalah ide dari Sihar Sitorus yang ingin membuktikan bahwa sudah saatnya klub sepak bola di Indonesia terlepas dari jatah musiman APBD dengan mengajak sebanyak-banyaknya pihak swasta untuk terlibat dalam membesarkan sebuah klub sepak bola. Oleh karena itulah, selama mengikuti Liga Ti-Phone 2010–11, Pro Duta FC mengganti nama timnya menjadi Pro Titan FC.

 

Memasuki musim keduanya di Divisi Utama, Pro Titan FC masih mengikat kontrak dengan Lotto untuk menyediakan segala kebutuhan apparel tim baik pada saat pertandingan maupun latihan.

Untuk membiayai klub, Pro Titan FC mengundang perusahaan-perusahaan yang bersedia menjadi sponsor selama satu musim. Sponsor-sponsor tersebut diantaranya adalah PT Titan Wijaya, PT Mitra Adiperkasa (apparel Lotto), dan PT Sumatera Ega Mekinka.

 

Kemitraan

Pro Titan FC menjalin kerja sama media dengan media lokal Tabloid Four33 dan Harian Tribun Medan.

 

2011–12: Pro Duta FC

Kondisi persepakbolaan Indonesia di bawah kepengurusan PSSI periode 2011–2015 sempat membuka peluang bagi klub profesional untuk berlaga di kompetisi tertinggi di tanah air. Kesempatan ini juga sempat diambil oleh Pro Duta FC dengan mendaftarkan diri sebagai peserta. Namun ternyata keberuntungan belum menjadi milik Pro Duta FC. Kini, di bawah bendera PT Produta FC, tim ini tetap akan berlaga di Grup 1 Divisi Utama Liga Indonesia 2011–12.

 

Markas

Dipilihnya Stadion Baharuddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, bukanlah tanpa alasan. Manajemen melihat animo masyarakat Deli Serdang terhadap sepak bola pada pertandingan yang pernah diselenggarakan oleh klub Medan Chiefs, salah satu peserta Liga Primer Indonesia. Dengan vakumnya klub PSDS Deli Serdang dan Medan Chiefs tentunya warga Deli Serdang akan merasa kehilangan hiburan pertandingan sepak bola. Pro Duta FC mencoba untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menjadikan Stadion Baharuddin Siregar sebagai markas dalam Divisi Utama Liga Indonesia 2011–12.

 

Memasuki musim ketiganya di Divisi Utama, Pro Duta FC masih mendapatkan dukungan dari PT Mitra Adiperkasa, namun kali ini bukan lagi apparel merk Lotto yang akan dipakai oleh punggawa Tim Pegasus, melainkan Umbro, sebuah merek apparel terkenal dari Britania Raya.