AREMA INDONESIA IPL

 

Logo Jersey Home Jersey Away
Logo



Informasi

Berdiri : 11 August 1987

BONTANG FC

Informasi

Berdiri : 01 January 1970
Nama CEO : H Syaiful Bahri
Nama Manajer : Hariyadi
Nama Pelatih : Eddy Simon Badawi
Julukan : Laskar Bukit Tursina, Laskar Khatulistiwa, The Red Equator
Nama Stadion : Mulawarman
Suporter : Bontang Mania
Kapasitas Stadion : 12.000

 

 

Sejarah Klub

Bontang FC berawal dari sebuah klub yang bernama PS Pupuk Kalitim Galatama. Klub ini merupakan salah satu klub profesional yang bermarkas  di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Klub ini didirikan pada 18 Juni 1998 oleh perusahaan pupuk PT Pupuk Kaltim.

Sebelum berubah nama menjadi Bontang FC, tim ini juga pernah memakai nama Bontang PKT, PKT Bontang, dan Pupuk Kaltim Bontang. Klub ini lantas mengikuti kompetisi Galatama setelah didirikan. Pada tanggal 12 Juni 2009, Bontang PKT mengubah namanya menjadi Bontang FC. Berubahnya nama klub jugga disertai dengan berpindah tangan pengelolaan dari PT Pupuk Kaltim kepada Pemerintah Kota Bontang.

Bontang FC juga mendirikan akademi sepakbola yang bernama SSB Mulawarman dan Diklat Sepakbola Mandau. Kedua akademi ini lebih mengembangkan bibit pemain dari daerah. Beberapa pemain nasional saat ini adalah mantan jebolan Diklat Sepakbola Mandau, seperti Bima Sakti dan Ponaryo Astaman

 

 

Skuad :

PERSEBAYA SURABAYA

Persebaya1927didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung, MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta),turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang di Societeit Hadiprojo Jogjakarta.

Pada1943, SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai Dr Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada 1950, 1951,dan 1952. Pada1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya) dan menjadi salah satu tim raksasa perserikatan.

Tahun lalu, 2010, Persebaya yang dimanajeri Saleh Ismail Mukadar memutuskan gabung ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dan berganti nama menjadi Persebaya 1927. Namun,Persebaya tetap punya tim yang berlagadi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, yang dikenal dengan sebutan Persebaya DU.

 

DATA KLUB

Nama lengkap : Persebaya 1927

Julukan : Green Force atau Bajul Ijo

Julukan Suporter: Bonekmania

Badan Hukum : PT. Pengelola Persebaya

Didirikan : 18 Juni 1927

 

Pemain
Logo Jersey Home Jersey Away
Logo Logo Logo


Stadion

Stadion

Informasi

Nama Perusahaan : PT Pengelola Persebaya
Berdiri : 18 June 1927
Nama CEO : Gede Widiade
Nama Manajer : Edu Juanda
Nama Pelatih : Divaldo Alves
Julukan : Bajul Ijo, Green Force
Nama Stadion : Gelora 10 Nopember Surabaya
Suporter : Bonek Mania
Kapasitas Stadion : 30.000 penonton
Alamat : Wisma Eri Irianto, Jalan Karanggayam 1, Surabaya
Website : www.persebaya.co.id

 

Sejarah Klub

Persebaya didirikan Paijo dan M Pamoedji pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Kala itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.

Pada 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB waktu itu diwakili M Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan digelar. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.

Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya warga pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan Persis Solo. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai Dr Soewandi. Kala itu Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.

Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta. Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990. (*)

 

Skuad

PERSEMA MALANG

 

Logo Jersey Home Jersey Away
Logo



Stadion

Stadion

Informasi

Nama Perusahaan : PT Singosari Sakti Indonesia
Berdiri : 20 June 1953
Nama CEO : Didied Poernawan Affandy
Nama Manajer : Wilstar Sinaga
Nama Pelatih : Slave Radovsk
Julukan : Laskar Ken Arok
Nama Stadion : Gajayana
Suporter : Ngalamania
Kapasitas Stadion : 23.000
Alamat : Jln. Kawi No. 24, Malang - Indonesia
Website : www.persema.co.id

Sejarah Klub

Persatuan Sepak Bola Malang (Persema) adalah klub sepakbola mantan Perserikatan yang bermarkas dan berasal dari Kota Malang, Jawa Timur. Klub ini berdiri pada 20 Juni 1953. Di Kota Malang sendiri, Persema merupakan saudara tua Arema, klub yang juga berlaga di Indonesian Premier League (IPL).

Tampil pertama kali di jenjang teratas Liga Indonesia, Persema tidak pernah menggaet gelar apapun. Bahkan tim ini  sempat terdegradasi dari divisi teratas ke jenjang kedua pada tahun 2003. Dua musim berada di kompetisi level kedua, Persema kembali promosi ke Divisi Utama setelah masuk enam besar Divisi Satu. Tapi, mereka gagal meraih tiket ke Superliga di musim ini karena hanya menempati peringkat ke-13 wilayah Timur.

Pada tahun 2011, Persema menyatakan keluar dari Liga Super Indonesia, kompetisi tertinggi yang diselenggarakan PSSI, dan bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Persema tidak bergeming meski PSSI mengancam menjatuhkan hukuman yang berat.

 

Skuad

PERSIBA BANTUL

 

Logo Jersey Home Jersey Away
Logo



Stadion

Stadion

Informasi

Nama Perusahaan : PT Bantul Indo Golsport
Berdiri : 21 September 1967
Nama CEO : Idham Samawi
Nama Manajer : Briyanto AS
Nama Pelatih : Muhammad Basri
Julukan : Laskar Sultan Agung
Nama Stadion : Sultan Agung, Bantul
Suporter : Paserbumi (Pasukan Suporter Bantul Militan)
Kapasitas Stadion : 40.0002

Sejarah Klub

Persatuan Sepakbola Indonesia Bantul (Persiba)  berdiri pada tanggal 21 September 1967. Tahun 2004 merupakan tonggak sejarah persepakbolaan di Kabupaten Bantul. Setelah menunggu selama 37 tahun akhir dapat juga masuk ke Divisi Satu. Sosok Idham Samawi berperan besar dalam keberhasilan ini. Tahun 2005 Persiba mendapat kepercayaan dari PSSI untuk melanjutkan pembinaan pemain masa depan Indonesia. Timnas U-20 dititipkan di Bantul untuk dibina dan diikutsertakan dalam kompetisi PSSI.

Tahun 2006 Persiba berlaga di tingkat Divisi Satu dengan materi dan persiapan yang lebih matang. Namun di tengah mengikuti kompetisi, pada tanggal 27 Mei 2006 Bantul diguncang bencana alam gempa tektonik sehingga dengan terpaksa Persiba mengundurkan diri. 

Tahun 2007, Persiba mempersiapkan diri untuk kembali berlaga di Kompetisi Divisi Satu. Dengan dukungan masyarakat Bantul, Persiba Bantul mampu lolos ke Divisi Utama. Akhirnya, di musim 2010-2011 Persiba Bantul lolos ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia di Indonesian Premier League (IPL) setelah mengalahkan Persiraja 1-0.

Tanggal 17 Agustus 2011, Persiba Bantul menandatangani MoU dengan Bandung FC di Mes Persiba Bantul. Alasan aspek legal dan finansial yang harus dipenuhi sebelum tanggal 22 Agustus 2011, menjadi faktor utama akuisisi.

 

Skuad

PERSIBO BOJONEGORO

 

Logo Jersey Home Jersey Away
Logo Logo Logo


Stadion

Stadion

Informasi

Nama Perusahaan : PT Pengelola Persibo Indonesia
Berdiri : 12 March 1949
Nama CEO : Widyawan Ferryanto Kodrat
Nama Manajer : M Nur Yahya
Nama Pelatih : Paulo Camargo
Julukan : Laskar Angling Dharmo
Nama Stadion : Letjen H Soedirman, Bojonegoro
Suporter : Boromania
Kapasitas Stadion : 20.000
Website : persibo.bojonegoro.com

Sejarah Klub

Persatuan Sepak Bola Indonesia Bojonegoro (Persibo) merupakan sebuah klub yang didirikan pada 12 Maret 1949. Home ground kesebelasan ini adalah di Stadion Letjen H Soedirman. Meski sudah berdiri sejak lama namun kebangkitan Persibo baru terjadi tahun 2000-an.

Pada tahun 2004 menjadi juara Divisi Dua. Kemudian enam besar Divisi Satu setahun kemudian. Tahun 2007 menjadi juara Divisi Satu dan setahun berikutnya promosi ke Divisi Utama dan masuk dalam delapan besar Copa Indonesia. Tahun 2010 menjadi juara Divisi Utama

 

Skuad

 

PERSIJA JAKARTA IPL

 

Logo Jersey Home Jersey Away
Logo



Informasi

Nama Perusahaan : PT Persija Jaya
Berdiri : 28 November 1928
Nama CEO : Pintor Gurning
Nama Manajer : Ardhi Tjahjoko
Nama Pelatih : Jaya Hartono
Julukan : Macan Kemayoran
Nama Stadion : Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Suporter : Jakmania, Metro Tiger
Kapasitas Stadion : 88.000
Alamat : Jalan H Nomor 24, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan
Website : http://persija-jakarta.com

Profil Klub


Profil Singkat Pelatih

Lahir di Medan, Sumatera Utara, 20 Oktober 1963, Jaya Hartono adalah salah satu pelatih muda terbaik di Indonesia saat ini. Sejulah klub elit pernah dibesutnya, antara lain Persib Bandung, Persik Kediri, Deltras Sidoarjo, juga Persiba Balikpapan. Sebagai pemain, Jaya memulai debutnya di timnas

pada tahun 1986 di ajang Asian Games. Saat itu timnas berhasil menembus semifinal. Jaya ikut mengantarkan timnas merebut medali emas SEA Games tahun 1987.

Setelah pensiun dari pemain dia mengawali karir sebagai pelatih Persik. Jaya sukses membawa Persik juara Liga Indonesia tahun 2003. Setelah itu ia sempat menjadi pelatih Persiba dan Deltras. Di Deltras, prestasi fenomenalnya adalah mengantarkan klub asal kota Sidoarjo itu masuk babak 8 besar Divisi Utama Liga Indonesia 2007. (*)

 

Profil Pemain Kunci

Emanudel De Porras

Pemain yang juga dikenal sebagai Chaci de Porras ini lahir di Cutral Co, Argentina, 16 Oktober 1981. De Porras adalah bomber asing paling tajam di negeri ini. Kali pertama datang ke Indonesia tahun 2004 dia bermain untuk Persija. Setelah itu berturut-turut De Porras memperkuat PSIS Semarang, Jakarta FC, dan kini kembali berkostum Persija. Semasa membela Jakarta FC yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), De Porras mengemas 10 gol. Raihan itu menempatkannya ke peringkat dua daftar top skor LPI, sejajar dengan Irfan Bachdim (Persema), Samsul Arif (Persibo), maupun Marwan Sayedeh (PSM). (*)

 

Sejarah Klub

Persija adalah klub sepakbola Indonesia yang berbasis di Jakarta dan saat ini bermain di kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Persija didirikan pada 28 November 1928 dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Jogjakarta, Sabtu 19 April 1930.

VIJ adalah nama Persija di zaman Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, VIJ baru berganti nama menjadi Persija. Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Pada pertengahan 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. (*)

 

Skuad


PERSIJAP JEPARA

 

Logo Jersey Home Jersey Away
Logo



Informasi

Nama Perusahaan : PT Jepara Raya Multitama
Berdiri : 11 April 1954
Nama CEO : Adjie Darmana
Nama Manajer : Edy Sujatmiko
Nama Pelatih : Agus Yuwono
Julukan : Laskar Kalinyamat
Nama Stadion : Gelora Bumi Kartini
Suporter : Banaspati (Barisan Suporter Persijap Sejati), Jetman (Jepara Tifosi Mania)
Kapasitas Stadion : 25.000
Alamat : Jalan Mangun Sarkoro 17 Jepara
Website : www.persijapjepara.com

Sejarah Klub

Pada 28 Agustus 1973, di Salatiga digelar partai puncak perebutan Piala Makutarama. Dua tim bertetangga dari daerah pesisir utara Pulau Jawa, Persijap Jepara dan Persipa Pati berjuang mati-matian untuk menjadi juara.

Langit cerah, dan tak ada pertanda hujan akan turun saat wasit Dardiri asal Salatiga meniup peluit isyarat kick off babak pertama dimulai. Di babak pertama, Kamal Djunaidi, seorang striker muda Persijap menunjukkan kelasnya sebagai ujung tombak tim. Gerakannya lincah, agresif, dan variatif. Suatu saat di babak pertama itu, tendangannya menggetarkan jala lawan, dan kedudukan tetap 1-0 hingga 45 menit pertama berakhir.

Ketika kaki Syarief KS, kapten tim Persijap, menggelindingkan bola kick off babak kedua, langit gelap oleh mendung yang menggelayut. Suara halilintar datang bertubi, memekakkan ribuan pasang telinga yang memadati stadion. Saat itulah, di lapangan terlihat api berkobar.

Hampir semua pemain tergeletak, termasuk wasit Dardiri. Syarif KS masih berdiri terpaku, tak mafhum apa yang baru saja terjadi. Tubuh Kamal Djunaidi yang semula lincah terlihat mengepulkan asap. Kaus kaki, sepatu, dan celananya terkoyak api. Tujuh anggota skuad Persijap lainnya luka bakar parah. Hanya Kamal Djunaidi, pemuda asal Kelurahan Panggang yang meninggal di tengah lapangan. Api halilintar itu mengakhiri kariernya di tim yang sangat dicintainya.

Tapi, hembusan nafas terakhirnya menorehkan prestasi gemilang. Kedudukan 1-0 itu membuat Persijap berhak memboyong Piala Makutarama. Nama Kamal Djunaidi kemudian diabadikan menjadi nama stadion untuk mengenang pengorbanan, spirit, sekaligus prestasi yang pernah diukir pahlawan bola bagi masyarakat Jepara tersebut.

Tak hanya itu, tulisan Diego de Ceuto asal Portugis tentang perjuangan Ratu Kalinyamat mengusir penjajah pada 1550 juga menjadi inspirasi bagi klub berkostum merah merah tersebut. Ratu Kalinyamat merupakan putri
Sultan Trenggono dari Demak. Dia terkenal sebagai ratu yang gagah berani dan rupawan serta memiliki jiwa patriotiksme antipenjajah. Hal itu dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Sekitar 2.000 dari 4.000 prajurit Ratu Kalinyamat gugur. Mereka berani mati untuk sebuah perjuangan.

Atas keberaniannya itu, maka bangsa Portugis lantas menyebut Sang Ratu Kalinyamat sebagai De Krange Dame atau wanita yang gagah berani. Bahkan seorang penulis bangsa Portugis dalam bukunya Da Asia menyebut diri
Ratu Kalinyamat sebagai Rainha de Jepara , senhora Poderosa e rice (Raja Jepara, seorang perempuan yang kaya dan mempunyai kekuasaan besar). Sekarang, nama Ratu Kalinyamat digunakan sebagai julukan tim dari kota ukir tersebut.

Memang,selain terkenal sebagai kota kerajinan ukir kayu, sudah sejak lama kota Jepara dikenal memiliki publik yang sangat antusias dan bersemangat dengan sepakbola. Tak mengherankan, jika sejak Persijap berdiri pada tahun 1954, tim ini selalu mendapat dukungan yang kuat dari masyarakat Jepara.

Prestasi Persijap cukup mengkilat di tingkat yunior dengan keberhasilan tim yunior mereka beberapa kali menjadi juara Piala Suratin pada tahun 1982, 1998, dan 2002. Sayang di tingkat senior, prestasi Persijap belum mengesankan. Persijap merupakan tim yang sejak lama berkutat dengan kompetisi Divisi I Liga Indonesia.

Baru pada pentas Divisi I Liga Indonesia 1999/2000 Persijap berhasil merengkuh tiket promosi. Persijap berhasil menjuarai Grup Tengah I mengungguli Perseden, Mitra Surabaya, PSJS, dan Perserang, untuk lolos ke babak 8 besar. Bertanding di depan publik sendiri, Persijap berhasil menduduki peringkat 2 Grup B Babak 8 Besar untuk memastikan promosi ke Divisi Utama. Persijap akhirnya hanya menempati peringkat keempat setelah pada semifinal yang digelar di Stadion Benteng, Persijap dikalahkan Persita Tangerang, dan kalah dari Persikabo Bogor dalam perebutan tempat ketiga.

Sayangnya aksi Persijap di Divisi Utama Liga Indonesia 2001 hanya berlangsung setahun. Diwarnai dengan pergantian pelatih, Persijap harus kembali ke Divisi I setelah terpaut dua poin setelah hanya menempati peringkat ke-12 dari 14 peserta. Tak mau menyerah, Persijap berusaha keras untuk kembali naik ke Divisi Utama dengan persiapan tim yang matang dan perekrutan pemain yang berpengalaman. Selama tiga tahun berturut-turut Persijap selalu disegani di Divisi I, dan lolos dari penyisihan grup. Sayang prestasi Persijap selalu mentok di babak penentuan.

Perubahan jumlah peserta Divisi Utama pada Liga Indonesia memberikan berkah bagi Persijap. Tiket promosi gratis diberikan oleh PSSI, sehingga Persijap kembali berlaga di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Langkah Persijap tidak terlalu menggembirakan, dan terseok seok menghadapi persaingan di Liga Indonesia. Beruntung di saat saat akhir, Persijap berhasil lepas dari bayangan suram degradasi pada tahun 2001

 

Skuad

PERSIRAJA BANDA ACEH

 

Pemain
Logo Jersey Home Jersey Away
Logo Logo


Stadion

Stadion

Informasi

Nama Perusahaan : PT Atjeh Sportinda Mandiri
Berdiri : 28 July 1957
Nama CEO : Akmal Marhali
Nama Manajer : Reza Pahlevi
Nama Pelatih : Herry Kiswanto
Julukan : Laskar Rencong
Nama Stadion : Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh
Suporter : SKULL (Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju)
Kapasitas Stadion : 40.000
Website : www.persiraja.net

Sejarah Klub

Persiraja merupakan kepanjangan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Kutaraja. Klub ini didirikan pada tanggal 28 Juli 1957. Prestasi terbaik yang dicapai Persiraja, yakni tampil sebagai juara Perserikatan pada tahun 1980. Di babak final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Persiraja sukses mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 3-1. Kala itu, 2 gol Persiraja berhasil disarangkan oleh Bustamam dan 1 gol lainnya dicetak oleh Rustam Syafari.

Persiraja terkenal dengan permainan taktis dan kerasnya, terutama saat bermain di kandangnya yang terkenal angker bagi tim-tim lawan yang bermain di Banda Aceh. Persiraja berhasil menjadi juara 2 Divisi Utama  musim 2010-2011 setelah kalah tipis dengan skor 1-0 di partai final melawan Persiba Bantul. Dengan lolosnya Persiraja sebagai runner-up, maka untuk musim 2011-2012 Persiraja bermain di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia.

Terbentuknya kepengurusan PSSI baru mewajibkan tim-tim sepakbola agar tidak menggunakan dana APBD  di era industri sepakbola modern. Untuk itu, pada bulan Agustus tahun 2011 Persiraja melakukan kerja sama merger bersama Aceh United yang merupakan tim peserta Liga Primer Indonesia (LPI) asal Aceh dan berada di bawah naungan PT Aceh Sportinda Mandiri untuk mengarungi kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2011-2012.

 

 

Skuad

PSM MAKASSAR

 

Pemain
Logo Jersey Home Jersey Away
Logo



Informasi

Nama Perusahaan : PT. Pagolona Sulawesi Mandiri
Berdiri : 02 November 1915
Nama CEO : Rully Habibie
Nama Manajer : Petar Segrt
Nama Pelatih : Petar Segrt
Julukan : Pasukan Ramang, Ayam Jantan dari Timur, Juku Eja
Nama Stadion : Gelora Andi Mattalatta
Suporter : The Macz Man, Mappanyuki, Ikatan Suporter Makasar (ISM), Suporter Hasanuddin, Suporter Dealos, Suporter Reformasi, Komando, Suporter Bias, Suporter Kubis, Karebosi, Gunung Lokong, Suporter PKC (Pannam
Kapasitas Stadion : 28.000 Penonton
Alamat : Jl. Tupai No. 65 Makassar - Sulawesi Selatan
Website : www.psmmakassar.com/

Sejarah Klub

Tanggal 2 November 1915 saat itu Hindia Belanda menjadikan Makassar sebagai pusat pemerintahan di Indonesia Timur. Istana Hindia Belanda saat itu terletak di Jalan Jendral Sudirman atau yang saat ini di sebuat sebagai Gubernuran Sulawesi-Selatan. Saat itu, Makassar terkenal dengan nama Bandar Makassar, pusat pelabuhan Indonesia. Berbagai kapal asing menjadikan Bandar Makassar sebagai pusat pelayaran bagi mereka, sementara untuk kapal-kapal domestic menjadikan Bandar Makassar sebagai tempat persinggahan untuk menjual segala rempah-rempah dan hasil bumi mereka ke kapal-kapal asing.

Kegiatan yang bertaraf internasional itulah ikut pula mempengaruhi masyarakat Makassar mengenal olah raga masyarakat yang sangat digandrungi oleh dunia. Yakni, sepak bola. Maka, tepatnya 2 November 1915 resmi berdiri sebuah club sepak bola di Makassar bernama Makassar Voetbal Bond (MVB). Para pemain di club ini adalah gabungan dari putra dari jajaran elit Belanda dan pribumi Makassar Indonesia. Saat itu, dua pemain MVB yang sangat terkenal yakni Sagi dan Sangkala.Kiprah MVB pun menjadi pembicaraan hangat hingga ke luar negeri. Beberapakali MVB mendapat undangan dari luar negeri untuk sebuah pertandingan persahabatan.

Tahun 1926 – 1940 merupakan masa keemasan bagi club MVB. Apalagi saat itu, sejumlah club sepak bola terbentuk di berbagai wilayah seperti di Sumatra, Kalimantan dan Bali hingga pulau Jawa. Sangkala, yang saat itu pemain handal MVB juga mencatatkan diri sebagai promotor pertama club binaan Hindia Belanda ini. Sejumlah club di Indonesia mengundang club MVB untuk pertandingan persahaatan dan resmi. Saat itu, kemenangan demi kemenangan di raih oleh Sangkala dan kawan-kawan. Club ini pun menjadi club yang disegani sepanjang pemerintahan Hindia Belanda masih berkuasa di Indonesia.

Pada tahun 1942, saat Jepang mulai memasuki Indonesia hingga ke Makassar club MVB mandeg. Tak ada lagi pertandingan dan perkumpulan yang ‘berbau’ bahasa Belanda. Semua bentuk yang berbau Belanda dilengyapkan termasuk Makassar Voetball Bond. Peraturan dari Jepang ini pun dimanpaatkan oleh putra-putra Makassar yang langsung merubah nama Makassar Voetball Bond menjadi Persatuan Sepakbola Makassar yang kini dikenal PSM. Jepang yang menduduki Indonesia selama 3 tahun tidak menciutkan nyali putra-putra PSM untuk latihan dan membesarkan nama PSM. Bahkan saat itu, berbagai club-club local lahir dan berada di bawah bendera PSM Makassar. Meski berada di bawah tekanan Jepang, roda kompetesi PSM mulai berjalan.

Hingga akhirnya Jepang meninggalkan Indonesia pada tahun 1945. Seiring itu pulalah, PSM Makassar makin bersinar sebagai club tertua di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Karena PSM merupakan tim pertama di Indonesia, maka persiapan sebagai pemain sepak bola pun tidak diragukan lagi. PSSI yang terbentuk pada tahun 1930, memanggil sejumlah pemain terkenal.

PSM untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia. Dan yang paling terkenal adalah Ramang, pemain PSM yang menjadi legenda sepak bola Indonesia. Tahun 1950, PSM kerapkali bertandang ke pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatra. PSM sebagai club tertua menjadi roh bagi puyra-putra kawasan lain untuk membentuk club sepak bola hingga kemudian lahirlah kompetisi perserikatan di PSSI.

Tahun 1957 ketika Final Perserikatan yang mempertemukan antara PSM Makassar Vs PSMs Medan. Di situlah PSM menjadi juara untuk pertamakalinya sebagai club di bawah payung PSSI. PSM pun menjadi buah bibir, seolah PSM adalah Timnasnya Indonesia saat itu. PSM adalah club elit saat itu. Berturut-turut PSM meraih juara perserikatan pada tahun 1959, 1965, 1966, dan 1992.

Sementara itu level Internasional, PSM Makassar tercatat sebanyak dua kali mewakili Indonesia di laga Liga Champions Asia. PSM merupakan club yang stabil hingga saat ini. Bahkan PSM Makassar pernah menjadikan Makassar sebagai tuan rumah Perempat Final Liga Champions Asia, di mana saat itu untuk pertamakalinya Indonesia menadi tuan rumah Perempat Final LCA yang menghadirkan club dari Jepang, China dan Korea.

 

Skuad

PSMS MEDAN IPL



Pemain
Logo Jersey Home Jersey Away
Logo



Stadion

Stadion

Informasi

Nama Perusahaan : PT Bintang Medan Metropolitan
Berdiri : 21 April 1950
Nama CEO : Freddy Hutabarat
Nama Manajer : Doli Siregar
Nama Pelatih : Fabio Lopez
Julukan : Ayam Kinantan
Nama Stadion : Teladan, Medan
Suporter : PSMS Medan Fans Club (PFC), Kampak FC, SMeCK Hooligan
Kapasitas Stadion : 15.000 penonton
Alamat : Jalan Juanda 3, Villa Polonia Indah Blok S 30/38, Medan

Sejarah Klub

PSMS Medan atau Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya adalah klub anggota Indonesian Premier League (IPL) yang berbasis di Medan, Sumatera Utara. Salah satu klub terbaik di era perserikatan ini dirikan pada 21 April 1950. Tapi, jauh sebelumnya, sejak 1930, telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS.

Sejak dulu Kota Medan dikenal dunia berkat tembakau delinya. Tak heran bila logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli". PSMS dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap, yakni sepakbola yang berkarakter keras, cepat, dan ngotot, namun tetap menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Di era perserikatan, PSMS lima kali menjadi kampiun nasional, masing-masing di tahun 1967, 1971, 1975, 1983, dan 1985. Gelar lainnya adalah tiga kali juara Piala Emas Bang Yos (14 Februari 2005, 17 Desember 2005, dan 16 Desember 2006) sehingga berhak menjadi pemilik abadi piala tersebut. (*)

 

Skuad

 

SEMEN PADANG FC



Pemain
Logo Jersey Home Jersey Away
Logo Logo Logo


Stadion

Stadion

Informasi

Nama Perusahaan : PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP)
Berdiri : 30 November 1980
Nama CEO : Ir Erizal Anwar
Nama Manajer : Asdian
Nama Pelatih : Nil Maizar
Julukan : Kabau Sirah
Nama Stadion : H Agus Salim
Suporter : Spartacks dan The Kmer's
Kapasitas Stadion : 20.000
Alamat : Mes Galatama SP, Kompleks PT Semen Padang L 75, Indarung, Padang.

Sejarah Klub

Semen Padang FC dulunya bernama Persatuan Sepakbola Semen Padang. Klub ini dimiliki oleh PT Semen Padang, sebuah pabrik semen tertua di Indonesia. Perusahaan ini berdiri sejak 1910. Sedangkan Semen Padang FC berdiri sejak 30 November 1980.

Semen Padang pernah bermain di Galatama dan tetap eksis hingga kini. Tidak seperti klub-klub lain  yang sempat mengalami krisis keuangan, tim ini belum pernah merasakannya. Sebelum bermain di IPL, Semen Padang yang saat itu dilatih Arcan Iurie berada di peringkat empat pada musim kompetisi sebelumnya di bawah Persipura, Arema, dan Persija. Pada musim kompetisi 2009-2010, tim ini berada di peringkat tiga Divisi Utama dan berhak promosi ke kompetisi tertinggi pada musim selanjutnya.

 

Skuad